Shalsee
Shalsee
  • Home
  • Categories
    • Others
      • Eat
      • Library
    • Life
  • Gallery
  • About
  • Contact Us
TECHFORU
Pentingnya Desain Tata Ruang Perpustakaan! Apakah Mempengaruhi Persepsi?

Let's scroll and read this article!

...
'Pempek by Erlin' Solusi Ketika Lapar Melanda

Scroll down to read my experiences!!

...
Kreatifitas & Inovasi Perpustakaan Kemdikbud Menghadapi Pandemi COVID-19

Comment below the article please!!

Previous Next

Life

Eat

Library

Semakin hari semakin banyak populasi makanan dan minuman, sampai-sampai kita bingung ingin menkonsumsi makanan apa. Daripada scrolling restoran di Gojek berjam jam karena bingung, aku bakal kasih kalian rekomendasi makanan favorit aku yaitu pempek dan tekwan!! Siapa disini yang suka banget sama makanan ini? Aku yakin pasti banyak diantara kalian yang suka-banget-sampe-mau-nangis kalo makan pempek dan tekwan khas Palembang ini hehehehe. Pertama tama aku akan certain sedikit tentang makanan ini, Pempek adalah salah satu makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan tepung sagu. Pempek biasanya disajikan dengan siraman kuah cuko yang memiliki rasa pedas dan asam.

Pempek memiliki jenis yang bervariasi sehingga membuat konsumen semakin penasaran pada setiap varian yang dimiliki pempek, diantaranya:
  1. Pempek adaan yang berbentuk bulat dan mirip dengan bakso ikan. Pempek adaan menggunakan santan dalam adonannya, sehingga memiliki rasa yang lebih gurih dan lembut daripada pempek lainnya, memiliki tekstur lebih kasar dan kenyal.
  2. Pempek lenjer, sesuai dengan sebutan ‘lenjer’ yang memiliki arti ‘panjang’. Pempek lenjer dibuat dengan bentuk memanjang dan memiliki dua macam, yaitu pempek lenjer besar dan pempek lenjer mini.
  3. Pempek kapal selam, yakni pempek yang memiliki bentuk seperti kantung dan didalamnya diisi dengan telur. Dinamakan pempek kapal selam karena proses memasakknya direbus sampai pempek ini jatuh ke dasar air rebusan. Hal ini mengakibatkan pempek ini dinamakan pempek kapal selam.
  4. Pempek kulit, adalah pempek yang berbahan dasar kulit ikan tenggiri dan memiliki warna yang lebih gelap dari biasanya, namun rasanya lebih gurih dan kenyal. Pempek ini memiliki bentuk dan rasa yang bervariasi. Beberapa berbentuk tipis dan garing, dan beberapa memiliki tekstur empuk dan rasa yang guring. Pempek kulit yang tipis dan garing biasanya menggunakan bahan kulit dan sagu yang lebih banyak, sedangkan pempek kulit yang empuk dan gurih menggunakan lebih banyak daging dan air.

View this post on Instagram

A post shared by Pempek Erlin (@pempek_by_erlin)


Dari empat jenis pempek diatas, kalian lebih suka varian yang mana?? Kalo aku sih suka semuanya! Karena pempek memiliki rasa gurih dan empuk, apalagi disajikan dengan kuah dengan rasa asam dan pedas yang seger banget!! Pempek khas Palembang ini bisa jadi solusi buat kalian yang bingung mau nyemil apa dan cocok banget buat dimakan pas siang, sore, ataupun malam hari.

Selain pempek, ada juga salah satu makanan khas Palembang yang ngga kalah enak dari pempek! Ada yang tau tentang tekwan? Tekwan merupakan singkatan dari “Berkotek Samo Kawan” yang artinya “Mengobrol dengan Teman”. Tekwan memiliki bentuk bulat kecil-kecil yang dibuat dari campuran ikan dan tepung sagu. Tekwan disajikan bersama dengan kuah tekwan yang terbuat dari udang sehingga memiliki rasa yang khas. Selain itu, tekwan juga disajikan bersama dengan pelengkap lainnya seperti sohun, jamur kuping, serta irisan bengkoang... hmmm gimana? Enak banget kan? Kalian tim pempek atau tim tekwan garis keras nih??


Duh, jadi pengen makan pempek dan tekwan juga deh... Rasa gurihnya pempek emang mengalihkan duniaku yagaksie.... hehehehe. Gak Cuma itu! Tekwan juga selalu jadi jawaban ketika aku lagi kangen Palembang! Aku juga punya solusi buat kalian yang tiba-tiba pengen pempek dan tekwan tapi bingung mau beli dimanaaa…. Jawabannya adalah Pempek by Erlin! Pempek by Erlin berlokasi di Puri Pamulang, Tangerang selatan. Mereka menyediakan satu set pempek LENGKAP dengan empat variasi pempek + kuah cuko yang enak banget! Selain pempek, mereka juga jual tekwan lohhh!! Ga kalah enak sama pempek nya. Pokoknya juara satu dihatiku deh! Kalian bisa langsung pesan melalui WhatsApp, Instagram, Shopee, GoFood, dan GrabFood. Untuk daftar harganya bisa cek dibawah ini!


Dengan 200++ followers di Instagram (@pempek_by_erlin) mereka udah punya banyak pelanggan lohhhh. Ini testimoni dari beberapa pelanggannya...


Makin penasaran gasihhh sama rasanyaa?? Pasti enak banget sihhh dan dan memanjakan lidahh. Untuk melihat testimoni lebih lengkapnya langsung bisa cek di highlights @pempek_by_erlin yaa

Penting sekali bagi pustakawan untuk mememperhatikan desain dan tata ruang perpustakaan. Desain tata ruang perpustakaan harus sesuai dengan jenis perpustakaan dan kebutuhan para pemustakanya. Perpustakaan pada era sekarang dituntut untuk memiliki desain tata ruang yang lengkap dan unik, dan dilengkapi dengan perabotan yang sesuai dengan kebutuhan dan kekinian, dimana perpustkaan diharuskan memiliki perabot yang lengkap sesuai dengan standar yang ada, dan juga harus mengikuti kebutuhan pemustaka, serta menciptakan unsur keindahan, kenyamanan, dan keselamatan bagi pemustaka. Banyak sekali aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menciptakan desain tata ruang yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan saat ini.

Mengapa desain dan tata ruang yang futurisic dianggap penting? Karena selain menambah nilai keindahan, hal ini akan mempengaruhi aspek psikologis dan persepsi pengunjung dan pengguna perpustakaan. Beberapa perpustakaan dan khususnya perpustakaan perguruan tinggi sudah memiliki desain tata ruang yang cukup baik dan kekinian, salah satunya adalah Tarumanegara Knowledge Center Library (TKC) yang merupakan lembaga non-profit yang menunjang kegiatan akademik dan berusaha untuk mengubah paradigma perpustakaan pada umumnya. TKC bernaung dibawah Yayasan Tarumanegara dan didirikan untuk menunjang kegiatan akademik Universitas Tarumanegara pada khususnya dan juga melayani masyarakat luas pada umumnya.

Tarumanegara Knowledge Centre (TKC) sudah memiliki letak yang strategis dan sesuai dengan pedoman Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi tahun 2017, perpustakaan terletak di lingkungan civitas akademika. TKC memiliki ruang dan fasilitas yang lengkap terdiri dari ruang baca, ruang koleksi umu, ruang referensi, ruang terbitan berseri, ruang multimedia, ruang mini teater, ruang e-jurnal, ruang gallery, ruang audio visual, ruang diskusi, ruang seminat, ruang sirkulasi, ruang kerja, ruang loker/penitipan tas, toilet. Selain itu, perpustakaan TKC juga memiliki furniture yang sesuai dengan tema dan warna perpustakaan Universitas Tarumanegara. Namun, apakah dengan desain tata ruang sebagus dan kekinian seperti Tarumanegara Knowledge Centre (TKC) mempengaruhi persepsi pemustakanya? Penasaran kan pastinya! Aku punya jawabannya, kalian bisa langsung baca hasil penelitian berupa artikel ilmiah dibawah ini.

Apakah artikel ini terpecaya? Iya dong pastinya!! Karena…

Artikel ini berujudul ‘Users Perception on Interior Design of Tarumanegara Knowledge Center Library’ yang diterbitkan oleh Buletin Al-Turas yang dinaungi oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Artikel jurnal ini ditulis oleh Ibu Lili Sudria Wenny dan Ibu Fanny Nuravianti. Artikel ini masuk kategori sinta S2 yang berarti jurnal ilmiah ini mendapat peringkat 2 (dua) dengan nilai (n), 70 (tujuh puluh) ≤ n < 85 (delapan puluh lima). Peringkat 2 dikenali juga sebagai Sinta-2 (S2), sebelumnya disebut terakreditasi B. Gimanaaa? Keren banget kan!

Jadi jawaban dari ‘Apakah desain tata ruang perpustakaan Tarumanegara Knowledge Centre mempengaruhi persepsi pemustaka?’ jawabannya ada di artikel dibawah ini…

Identitas Keterangan
Judul Artikel User's Perception on Interior Design of Tarumanegara Knowledge Center Library
Penulis Lili Sudria Wenny; Fanny Nuravianti
Publikasi Buletin Al-Turas
Volume dan Nomor Vol. 72 No. 1
Halaman 105-122
Tahun Terbit Januari 2021
DOI https://doi.org/10.15408/bat.v27i1.15972
URL http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/al-turats/article/view/15972
SINTA Score : S2
P-ISSN 0853-1692
E-ISSN 2579-5848
Abstract This study aimed to know the users’ perception of spatial planning in the Tarumanagara Knowledge Center (TKC), Library of Tarumanegara University. It was a descriptive quantitative study that relied on the users’ perception on the spatial planning of the knowledge center as the primary sources. While, the sample involved in the study comprised 90 people who visited the knowledge center taken randomly. Data collection techniques used a Likert scale-based questionnaire distributed to the targeted visitors or users.  The collected data were then analyzed using a descriptive statistic. The results showed that the user's perception of the principles in the library layout obtained an average score of 3.07 that meant Good. Perceptions of aspects in library spatial planning get an average score of 3.20 that meant Good. Library users' perceptions of patterns in library layout get an average score of 3.14 that meant Good. Library users' perceptions of the spatial library get an average score of 3.18 that meant Good. Library users' perceptions of library space arrangement get an average score of 2.82 that meant Good. While the final score of the overall average of 3.06 that felt into Good category.  It can be concluded that Tarumanegara knowledge Center with its spatial planning was able to provide comfortable rooms and facilities that satisfied the users to access available sources. 
Keywords Interior design; Tarumanagara Knowledge Center; User Perception
Full Text PDF
Menurut kalian gimana? Apakah artikel yang aku rekomendasikan sesuai?? Tulis komentarnya dibawah yaaa!!! Thank Youu


Layanan perpustakaan yang biasanya dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemustaka dengan mendatangi gedung perpustakaan. Kini semuanya berubah, karena adanya Pandemi Covid-19 yang melarang kegiatan berkerumunan dan mengharuskan setiap orang untuk tetap dirumah, sehingga perpustakaan pun diwajibkan untuk tutup sementara dalam beberapa waktu sampai penyebaran virus Covid-19 menurun.

Hal tersebut membuat pihak perpustakaan dan pustakawan harus berusaha untuk mencari cara agar tetap survive menghadapi Pandemi Covid-19. Membuat inovasi baru agar perpustakaan tetap dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas sehingga fungsi perpustakaan tetap berjalan sesuai dengan semestinya. Perpustakaan Kemdikbud merupakan Perpustakaan Khusus dimana perpustakaan ini memiliki fungsi sebagai perpustakaan rujukan, pusat deposit, dan pusat sumber belajar masyarakat di lingkungan lembaga induk.

Perpustakaan Kemdikbud memiliki berbagai macam layanan dan koleksi daring yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Pada saat ini, Perpustakaan Kemdikbud memprioritaskan layanan secara daring dengan koleksi digitalnya. Aku akan menyorot salah satu aplikasi yang dimiliki oleh Perpustakaan Kemdikbud yang memberikan layanan online berupa perpustakaan dalam bentuk digital sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan pemustaka dimanapun dan kapanpun dengan menggunkan jaringan internet. Yuk simak bareng-bareng tentang Aplikasi EPerpusdikbud ini!


Aplikasi ini diluncurkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk para pemustaka. EPerpusdikbud merupakan bentuk aplikasi perpustakaan digital kemdikbud yang menyediakan koleksi digital berupa buku, majalah, ataupun koran yang dapat dipinjam secara online.

Dari data per 30 September 2020, total koleksi yang dimiliki oleh EPerpusdikbud sejumlah 2.573 Judul, dan total pengguna sebanyak 25.374 pengguna. Salah satu pustakawan Perpustakaan Kemdikbud menyatakan bahwa ‘Pengadaan koleksi non-buku pada Perpustakaan Kemdikbud dilakukan melalui hibah dan pembelian. Salah satu contohnya seperti koleksi dalam EPerpusdikbud yang berlangganan dengan Gramedia’.

Aku adalah salah satu pengguna EPerpusdikbud, aplikasi ini sangat mudah untuk digunakan dan diakses, banyak sekali koleksi yang dapat dipinjam dan peminjaman koleksi digital pada aplikasi ini memiliki batas waktu tertentu. Apabila koleksi sudah selesai digunakan, maka pemustaka dapat mengembalikan koleksi tersebut.

Untuk kalian yang ingin menggunakan aplikasi EPerpusdikbud untuk meminjam buku, aku akan memberikan informasi bagaimana cara mengakses EPerpusdikbud. Aplikasi ini bisa kalian unduh melalui AppStore ataupun GooglePlay. Langkah selanjutnya diantaranya:

  • Isi identitas diri anda dengan mengisi kolom yang tersedia, terdiri dari Nama, Gender, Tanggal Lahir, Email, dan Password. Lalu klik Register dan klik Agree pada setiap kebijakan yang dilampirkan pada aplikasi tersebut.
  • Verifikasi email kalian dengan membuka kontak masuk pada email yang kalian gunakan.
  • Pilih buku yang ingin kalian pinjam, kalian dapat memilih kategori buku yang sedang anda cari.
  • Tekan tombol Pinjam, maka secara otomatis koleksi yang kalian pinjam akan terunduh dan langsung dapat bisa dibaca. Selamat membaca!

Mudah sekali bukan? Jadi menurutku, Pandemi Covid19 ini tidak akan menghalangi kita untuk tetap mengakses perpustakaan. Selalu ada inovasi yang dikeluarkan oleh setiap perpustakaan, khususnya Perpustakaan Kemdikbud. Dengan adanya EPerpusdikbud maka pemustaka Perpustakaan Kemdikbud tetap bisa mengakses dan memanfaatkan koleksi yang disediakan oleh Perpustakaan Kemdikbud.

Perpustakan Kemdikbud juga memanfaatkan sosial media sebagai sarana mereka untuk berinteraksi dengan pemustaka, sehingga Perpustakaan Kemdikbud tetap eksis. Akun Official Instagram Perpustakaan Kemdikbud sangat rapi dan diisi dengan berbagai macam informasi yang menarik dan informatif. Banyak sekali informasi tentang pembaharuan koleksi digital yang dimiliki Perpustakaan Kemdikbud, dalam kontennya perpustakaan ini juga sering membagikan tentang berbagai macam tips dan trik menghadapi berbagai permasalahan yang kita hadapi sehari-hari seperti tips menjaga kesehatan mata saat membaca, tips tetap produktif saat work from home, informasi tentang keterampilan apa saja yang harus dimiliki pada abad ke-21, dan lain-lain. interaksi yang dilakukan antara pemustaka dan pustakawan perpustakaan kemdikbud juga dapat dilihat di kolom komentar akun @perpustakaandikbud dimana pustakawan terlihat ramah dan sabar dalam merespons berbagai macam komentar dari pengguna Instagram lainnya.

Selain itu, Perpustakaan Kemdikbud beberapa kali melakukan Give Away dengan membagikan buku dan merchandise kepada pemenang giveaway di Instagram. Karena keaktifan akun Instagram Perpustakaan Kemdikbud, maka banyak sekali pengikut Instagram Perpustakaan Kemdikbud yang mengikuti giveaway. Hal ini sangat menarik dan dapat meningkatkan audiens pada sosial media yang dimiliki Perpustakaan Kemdikbud. 

Itu dia beberapa hal-hal yang dilakukan oleh Perpustakaan Kemdikbud untuk tetap bertahan dan berkembang di masa pandemi Covid-19. Jadi Pandemi Covid-19 tidak bisa dijadikan alasan untuk perpustakaan berhenti dalam mengembangkan kreatifitas dan inovasinya! Terima Kasih teman-teman yang sudah membaca tulisan ini, jangan lupa untuk jaga kesehatan yaaaa!!






Older Posts Home

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Followers

Categories / Labels

  • Article Journal 1
  • Eat 1
  • Library 3
  • Life 4
Eat
Life

Gallery

POPULAR POSTS

  • 2021 7
    • November 2
      • 'Pempek by Erlin' Solusi Ketika Lapar Melanda
      • Pentingnya Desain Tata Ruang Perpustakaan! Apakah ...
    • October 5

Sincerely

Copyright © Shalsee. Designed by OddThemes